Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Warta & Artikel

Kurikulum PAI Khusus SMA/SMK di Pesantren

Kurikulum PAI Khusus SMA/SMK di Pesantren

Jakarta, Ma'arif Online - Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), atau yang disingkat dengan Kurikulum PAI dinilai menjadi satu-satunya konten pendidikan agama Islam bagi siswa di sekolah. Melalui Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, pemerintah merumuskan bahwa penyelenggaraan PAI di sekolah diberikan hanya 2 jam per minggu. Dengan alokasi yang sangat terbatas itu, Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PP LP Ma’arif NU) menilai guru akan mengalami kesulitan jika dituntut untuk bisa mengembangkan sikap, keterampilan, serta nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan kepada peserta didik. Terlebih untuk sekolah yang berada di lingkungan pesantren, tentu saja konsep 2 jam perminggu pembelajaran PAI tersebut dinilai sangat kurang untuk memenuhi karakteristik khas lulusan pesantren yang memiliki kedalaman ilmu agama sebagaimana lulusan pesantren pada umumnya.

Atas dasar pemikiran di atas, kemudian PP LP Ma’arif NU bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI melakukan penyusunan Disain dan Model Pengembangan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah di Pesantren, yang hasilnya diekspos pada tanggal 23 Juli 2013 di Treva Jakarta. Beberapa pakar dihadirkan untuk memberi catatan draft, yaitu Direktur Pascasarjana UIN Jakarta, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Pengasuh Pondok Pesantren API Magelang, KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan Direktur PAIS, Dr. Amin Haedari. Sejauh ini, kurikulum PAI yang dihasilkan baru sebatas untuk jenjang pendidikan menengah, yaitu SMA/SMK.

Dalam catatannya, Azyumardi Azra meyakini bahwa apa yang disusun PP LP Ma’arif NU ini akan mampu menjawab kegelisahan kalangan pesantren. “Buku yang disusun sangat bagus dan komprehensif. Dan memang ini yang dibutuhkan agar lulusan sekolah di pesantren berbeda dengan lulusan sekolah di luar pesantren, terutama dalam hal kedalaman ilmu keagamaannya,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu poin penting dalam pendidikan PAI adalah pembiasaan. “Saya sudah baca draft ini dari awal sampai akhir. Meskipun ada beberapa catatan sebagai masukan dari saya, namun penekanan buku ini yang memberikan porsi banyak pada terjadinya proses pembiasaan bagi peserta didik sangat penting dan tepat,” tekannya. Melalui kegiatan pembiasaan tersebut, lanjut dia, segala kekayaannya pesantren bisa diwariskan dan dilestarikan kepada generasi muda. Terlebih ancaman dari faham yang bertentangan dengan tradisi pesantren sangat nyata di negeri ini.

Sejalan dengan itu, KH. Yusuf Chudlori menambahkan pentingnya tradisi riyadha yang selama ini dipratekkan di pesantren-pesantren salaf bisa diakomodir dalam buku yang disusun. “Melalui tradisi riyadha inilah maka ilmu yang dimiliki santri (siswa) tidak hanya berhenti di kepala (kognitif) saja, namun juga akan turun ke hati mereka,” ujar kiai yang familiar disebut Gus Yusuf tersebut.

Sebelumnya, Direktur PAIS, Dr. Amin Haedari menyampaikan bahwa salah satu visinya adalah mewujudkan kurikulum PAI yang sesuai dengan karakteristik pesantren, sehingga siswa-siswa di sekolah, terutama yang berada di lingkungan pesantren, memiliki kedalaman ilmu keagamaan dan sikap yang ideal sebagai orang Islam. “Saya melihat ini menjadi salah satu tugas strategis LP Ma’arif NU, di samping pendataan dan pemetaan satuan pendidikan yang selama ini dilakukan,” ujar Amin Haedari yang juga sebagai Ketua Lembaga Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Rencananya, sebelum buku tersebut diterbitkan, PP LP Ma’arif NU akan melakukan ujicoba penerapan disain dan model yang dirumuskan pada SMA/SMK di pesantren yang mewakili beberapa karakteristik pesantren di Indonesia. Baru kemudian jika dinilai berhasil dan tidak menimbulkan kendala berarti di lapangan, buku akan dicetak dan disebarkan secara terbatas untuk SMA/SMK di lingkungan LP Ma’arif NU.

Redaktur: Fatkhu Yasik

Related Images

  • Kurikulum PAI Khusus SMA/SMK di Pesantren

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Name (required)

Email (required)

Website

CAPTCHA image
Enter the code shown above:

Kategori Warta & Artikel