kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Pelajar Ma’arif NU Semarakkan Harlah Ma’arif NU ke-89

Pelajar Ma’arif NU Semarakkan Harlah Ma’arif NU ke-89
Memperingati hari jadi (harlah) LP Ma’arif NU, pelajar-pelajar Ma’arif NU melakukan upacara. Upacara dalam peringatan Harlah Ma’arif NU ke-89 terasa berbeda. Upacara kali ini tidak hanya pengibaran bendera Merah Putih sebagai lambang perjuangan dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi pelajar-pelajar Ma’arif NU juga memancangkan bendera NU sebagai wadah perjuangan ideologi ahlussunnah wal jama’ah.

Peringatan Harlah Ma’arif NU dilaksanakan berkat instruksi pengurus LP Ma’arif NU Pusat kepada seluruh institusi pendidikan. Surat LP Ma’arif NU Nomor 305/PP/SU/LPM-NU/IX/2018 secara tegas menyebutkan agar institusi pendidikan Ma’arif NU melakukan upacara dalam rangka memperingat hari jadi ke-89.

Dalam surat tersebut disebutkan, peringatan hari jadi Ma’arif NU ke-89 terhitung sejak berdirinya pada tanggal 19 September 1929. Ma’arif NU lahir pada saat kiai-kiai sepuh dan tokoh NU menggelar Muktamar NU ke-4 di Semarang pada 1929.

“Jadi Ma’arif NU berdiri melalui Muktamar NU di Semarang. Ketika itu banyak tokoh yang menginisiasi salah satunya KH Wahid Hasyim,” kata Ketua LP Ma’arif NU KHZ Arifin Junaidi.

Berdirinya Ma’arif NU sebagai lembaga resmi PBNU yang mengurusi pendidikan NU merupakan afirmasi kondisi jam’iyyah dan jama’ah NU sekaligus respon terhadap gerakan eksternal baik dalam maupun luar negari.

Gerakan modernisasi yang dilakukan sekelompok orang terutama para pelajar yang baru pulang dari Timur Tengah membawa paham-paham baru di tengah masyarakat. Dengan berpegang pada paham-paham pembaharuan (modernitas) sekelompok orang tersebut melakukan penetrasi terhadap komunitas masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia yang dikenal kuat memegang tradisi yang tidak mudah menerima paham-paham baru tidak jarang membuat mereka memakai cara-cara politik kolonial Belanda. Mereka adopsi gaya-gaya kolonial untuk mengacak-acak paham-paham masyarakat Indonesia.

“Jadi secara historis berdirinya Ma’arif NU beriringan dengan beridirnya organisasi induknya, NU, sebagai respon terhadap gerakan-gerakan yang
berusaha menginfiltrasi NU,” sambung Arifin Junaidi.

Menurut Arifin Junaidi, infiltrasi memiliki banyak tujuan seperti melemahkan kekuatan-kekuatan para kiai pesantren, mendegradasi kiai-kiai kampung yang ikhlas mengembangkan masyarakat, dan mendelegitimasi keilmuan kiai-kiai baik di masyarakat masyarakat maupun negara Kolonial ketika itu.

Peringatan Harlah Ma’arif NU ke-89 menemukan momentaumnya dalam sejarah panjang dari masa gerakan modernisasi sekelompok orang, kolonialisme, hingga Orde Baru dan masa sekarang. “Momentum bersejarah inilah yang coba kita perdengarkan kepada generasi-generasi milineal NU, tentu bukan sekadar melalui peringatan upacara tetapi juga melalui buku-buku yang mencerdaskan,” sambung Sekretaris Ma’arif NU Harianto Oghie.

Berdasarkan laporan dari berbagai cabang dan wilayah Ma’arif NU, sejumlah pelajar yang memperingati Harlah Ma’arif NU ke-89 adalah para pelajar di Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Sulawesi Selatan, dan lainnya. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan kebanggaan Ma’arif NU “Mars Ma’arif NU” di halaman sekolah masing-masing.

“Jadi hampir semua sekolah/madrasah dan pelajar NU di Indonesia memperingati Harlah Ma’arif NU ke-89. Ini memontum baik dalam rangka memelihara kontinuitas kader dan transfer keilmuan dan ideologi ahlussunnah wal jama’ah,” tegas Arifin Junaidi. YBI
Tag:

Related Images

  • Pelajar Ma’arif NU Semarakkan Harlah Ma’arif NU ke-89

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.