logo Web Maarif NU

PROGRAM SP2WB 2009 Kerjasama DEPDIKNAS RI - PP LP MA'ARIF NU

Kamis, 16 April 2009 12:21:08 - oleh : admin

Pada akhir tahun 2008, APK SMP/MTs/Sederajat telah mencapai 96,18 atau lebih 1, 18 % dari yang ditergetkan (95%). Namun angka tersebut ternyata masih belum sepenuhnya diikuti oleh pemerataan di semua propinsi dan kabupaten. Data Depdiknas pada akhir 2008 menunjukkan bahwa masih terdapat 76 kabupaten yang belum mencapai angka ketuntasan atau APK-nya di bawah 80%; 36 kabupaten baru mencapai tuntas pratama (80-85%); 41 kabupaten masuk kategori tuntas madya (85-90%); 56 kabupaten tuntas utama (90-95%); dan 252 kabupaten yang telah mencapai angka tuntas paripurna (95 >).

Dari data tersebut, meskipun angka ketuntasan lebih banyak dicapai, tetapi masih harus dimantapkan lagi. Sebab, pada dasarnya pemerataan dan perluasan akses pendidikan tidak bisa hanya diselesaikan dengan capaian angka rata-rata. Belum lagi capain yang telah didapat kemudian harus dilajutkan dengan upaya peningkatan mutu dan daya saing pendidikan.

Oleh sebab itu, upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan harus tetap dilakukan sebagai upaya untuk memantapkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Atas dasar itu, Departemen Pendidikan Nasional RI melalui Direktorat Pembinaan SMP pada 2009 ini kembali menyelenggarakan program Sarjana dan Pemuda Penggerak Wajib Belajar 9 Tahun (SP2WB). Program ini telah dijalankan sejak tahun 2007, sebagai komplemen kegiatan untuk mendukung GNPPWB yang telah dibentuk sejak dikelurkannya Inpres No. 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Secara khusus program ini meliputi kegiatan pendataan, pemetaan dan perumusan usulan pola satuan pendidikan dasar 9 tahun serta sosialisasi wajar dikdas. Dalam menjalankan program ini Depdiknas menggandeng lembaga-lembaga masyarakat yang mempunyai perhatian di bidang pendidikan: Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Yayasan Dharma Wanita, Yayasan CLC, Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia, Fascho Institute dan Perhimpunan Masyarakat Pesantren Indonesia.

Pada Tahun 2008, LP Ma'arif NU menggarap 20 kabupaten dari 80 kabupaten sasaran. Begitu pula pada tahun 2007. Pada tahun ini, LP Ma'arif NU akan menggarap 7 kabupaten yang tersebar di Sumatera dan NAD, yaitu; 1. Banyuasin, 2. Musi Rawas, 3. Muara Enim, 4. Langkat, 5. Asahan, 6. Pasaman dan 7. Pidie Jaya. Program ini dijalankan dari bulan April hingga Juni 2009. [ ]

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kumpulan Artikel" Lainnya